Pengusaha Indonesia punya kesempatan lebih besar dalam mempromosikan produk di Tiongkok berkat kerjasama yang belum lama ini terjalin antara Kadin Indonesia Komite Tiongkok (MKT) dan ASEAN-China Centre. Beberapa pekan lalu, MKT berkunjung ke ASEAN-China Centre didampingi Indonesia-China Small Medium Enterprise (ICSME) sebagai realisasi kerjasama yang ditandatangani Ketua KIKT Tahir dan Sekretaris Jenderal (Sek-jen) Asean-China Centre Ma Ming Qing itu.
Kedatangan mereka diakui Wakil Sekjen KIKT Hasan Kosasih mendapat sambutan hangat di Tiongkok. “Sekjen Ma Ming Qing berharap agar K1KT dan ICSME bisa menjadi jembatan bagi pengusaha Indonesia yang akan mempromosikan produk mereka di Tiongkok,” ungkapnya. ASEAN-China Centre, kata dia, memberi ruang seluas-luasnya bagi pengusaha tanah air untuk menarik minat calon investor melalui pameran produk.
Baik calon investor Tiongkok maupun dari negara-negara lain yang datang ke pameran itu. Selama ini, ASEAN-China Centre memang rutin menjadi penyelenggara pameran produk di Yiwu International Promotion Fair. Setiap tahunnya, pameran bertaraf internasional itu dikunjungi ribuan bahkan jutaan pengunjung dari berbagai negara. “Dengan kesempatan tersebut diharapkan Indonesia juga bisa berpartisipasi aktif mengembangkan venue pameran dengan produk dan informasi selengkap-lengkapnya bagi pengunjung pameran,” tuturnya. Hal senada diungkapkan perwakilan ICSME Liu Xi Hua.
Menurutnya, pameran internasional Yiwu merupakan pintu gerbang bagi produk Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk lebih dikenal masyarakat Tiongkok. “Pasar China sangat besar dan potensial. Itu sebabnya, kami harus mampu menangkap kebutuhan pasar di sana. Tak hanya untuk warga China di kota-kota besar, tetapi juga masyarakat di daerah. Belum lagi kemungkinan kerjasama yang bisa berkembang, mengingat beragam calon investor dan calon partner bisnis ada di China terangnya.